Harga Batu Bara Naik di Atas $127/Ton untuk Kontrak Mei 2026 karena Kenaikan Harga Minyak dan Pasokan yang Ketat Mendukung Pasar
Harga batu bara kembali naik, didukung oleh tren pasar energi global. Berdasarkan data Refinitiv, kontrak batu bara Mei meningkat sebesar 3,23% menjadi sekitar US$127,75 per ton pada 23 April 2026, melanjutkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Salah satu pendorong utamanya adalah pemulihan harga minyak, dengan Brent Crude kembali naik di atas US$100 per barel di tengah ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Karena batu bara dapat berfungsi sebagai bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik, harga minyak yang lebih tinggi seringkali mendorong harga batu bara juga naik.
Selain itu, fundamental pasar tetap kuat. Permintaan dari konsumen utama seperti India dan China terus meningkat. India meningkatkan produksi batu bara untuk mendukung sektor listrik dan baja, sementara perusahaan utilitas China secara aktif mengimpor batu bara karena persediaan mereka menurun. Di sisi pasokan, ketersediaan semakin ketat—terutama dari Indonesia—di mana sebagian besar pengiriman Mei telah dipesan penuh.
Pada saat yang sama, penundaan dalam penghentian operasional pembangkit listrik tenaga batu bara di Amerika Serikat menyoroti bahwa batu bara tetap menjadi bagian penting dari bauran energi global. Gabungan faktor-faktor ini—harga minyak yang lebih tinggi, permintaan yang kuat, dan pasokan yang terbatas—membuat harga batu bara terus meningkat.
CNBC Indonesia. (2026, April 23). Coal prices climb above $127/ton as oil rally, tight supply, and strong demand support market. CNBC Indonesia.